Minggu, 20 Januari 2013

inflasi dan pengangguran



INFLASI DAN PENGANGGURAN

Salah satu penyakit perekonomian yang tidak dikendaki oleh setiap rezim pemerintahanmanapun adalah inflasi dan pengangguran. Inflasi akan mengurangi daya beli masyarakat, yang akan berdampak buruk pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Pengangguran bukan hanya berdampak negatif terhadap pelemahan pendapatannasional, tetapi lebih dari itu, pengangguran yang tidak terkendali memicu konflik sosial dan kestabilan nasional.

A.Pengertian Inflasi

Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari definisi ini, ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakantelah terjadi inflasi:

•Kenaikan HargaHarga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya.
•Bersifat UmumKenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikantersebut tidak menyebabkan harga-harga secara umum naik.
•Berlangsung Terus-menerusKenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan memunculkan inflasi, jikaterjadinya hanya sesaat. Karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktuminimal bulanan. Sebab dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bersifatumum dan terus-menerus.

B.Pengangguran

Menganggur tidak sama dengan tidak bekerja atau tidak mau bekerja. Orang yangtidak mau bekerja, tidak dapat dikatakan sebagai pengangguran. Sebab jika dia mencari pekerjaan (ingin bekerja), mungkin dengan segera mendapatkannya. Definisi ekonomitentang pengangguran tidak identik dengan tidak (mau) bekerja. Seseorang barudikatakan menganggur bila dia ingin bekerja dan telah berusaha mencari kerja, namuntidak mendapatkannya. Dalam ilmu kependudukan (demografi), orang yang mencarikerja masuk dalam kelompok penduduk yang disebut angkatan kerja.Yang dihitung sebagai angkatan kerja adalah penduduk berusia 15-64 tahun dansedang mencari kerja, sedangkan yang tidak mencari kerja, entah karena harus menguruskeluarga atau sekolah, tidak masuk angkatan kerja. Tingkat pengangguran adalah persentase angkatan kerja yang tidak/belum mendapatkan pekerjaan.Untuk menghitung besarnya tingkat pengangguran cukup mudah, yaitu:Jumlah yang menganggur Tingkat pengangguran = x 100%Jumlah angkatan kerjaMenurut pendekatan pemanfaatan tenaga kerja ( Labour Utilization Approach),angkatan kerja dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni:
1. Menganggur (Unemployed ), yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atausedang mencari pekerjaan.
2.SetengahMenganggur(Underempld), yaitu mereka yang bekerja, tetapi belumdimanfaatkan secara penuh. Artinya jam kerja mereka dalam seminggu kurangdan 35jam.
3.Bekerja Penuh ( Employed ), yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jamkerjanya mencapai 35 jam per minggu.Jenis-jenis pengangguran:
1.Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment )Pengangguran ini bersifat sementara, biasanya terjadi karena adanya kesenjanganwaktu, informasi maupun karena kondisi geografis antara pencari kerja dankesempatan (lowongan) kerja. Mereka yang masuk dalam kategori pengangguransementara, umumnya rela menganggur   (voluntary unemployment ) untuk mendapat pekerjaan.
http://htmlimg1.scribdassets.com/5dg16bpaps1701hd/images/66-8739b57124.jpg
 
2. Pengangguran Struktural (Structural Unemployment )Dikatakan pengangguran struktural karena sifatnya yang mendasar. Pencari kerjatidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaanyang tersedia. Hal ini terjadi dalam perekonomian yang berkembang pesat.

3.Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment )Pengangguran ini berkaitan erat dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi di sektor pertanian. Misalnya, di luar musim tanam dan panen, petani umumnya menganggur, sampai menunggu musim tanam dan panen berikutnya.

C.Hubungan antara Inflasi dan Pengangguran

Hasil penelitian Profesor Philip tentang perekonomian Inggris periode 1861-1957menunjukkan adanya hubungan negatif dan non linier antara kenaikan tingkat upah /inflasi tingkat upah (wage inflation ) dengan pengangguran, seperti dalam gambar di bawah ini.Hubungan antara Tingkat Upah dan Pengangguran Dari gambar di atas terlihat biaya dari pengurangan tingkat pengangguran adalah inflasi (naiknya tingkat upah). Misalnya, kondisi awal yang dihadapi adalah titik B, dimana tingkat upah W2 dan tingkat pengangguran U2
. Jika tingkat pengangguran ingin dikurangi menjadi U1, tingkat upah naik menjadi W1
. Berarti terjadi inflasi. Seandainyayang ditargetkan adalah penurunan inflasi, secara grafis yang harus dilakukan adalahmengubah titik B ke titik C, karena W3< W2
. Namun harga yang harus dibayar adalah meningkatnya pengangguran, karena U3> U2
.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan komentar ?